Tradisi Idul Adha LAWA PIPI (Bawa Lari Kambing) Negeri Hila

  • Diupload pada : 24 Juli 2021 16:07:37
  • : Admin
  • Telah dilihat : 958x

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. 

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal. 

Di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Idul Adha ini dirayakan dengan tradisi yang unik, yang dikenal dengan LAWA PIPI atau Bawa Lari Kambing. Bawa Lari Kambing disini bermakna memanggul Kambing yang akan dikurbankan dalam prosesi tawaf atau memutar masjid Hila sebanyak tujuh kali. Dalam tradisi ini prosesi dimulai dengan berkumpulnya masyarakat dan Tetua Adat di Rumah Tua Ollong untuk memanjatkan doa serta mengumandangkan takbir dengan hewan kurban yang di sakralkan istilahnya adalah Kambing Temal. Kemudian setelah itu Kambing Temal dengan Kambing kurban lainnya akan dibawa keliling kampung sebanyak satu kali dan berlanjut dengan mengelilingi Masjid Hila Hasan Soleman sebanyak tujuh kali dan mengakhirinya dengan proses penyembelihan hewan kurban. Pada Idul Adha di tahun ini sendiri Hewan kurban yang ada yaitu Sapi sebanyak 9 ekor dan Kambing sebanyak 23 ekor. Dan Walaupun diiringi dengan cuaca yang sedikit berhujan, tidak menyurutkan rasa syukur semua orang untuk memelihara tradisi Lawa Pipi Idul Adha Negeri Hila.

 

source : https://www.amalqurban.com/sejarah-dan-makna-idul-adha/

admin