Barmaeng Bola Usia Dini? Pigi Di Negeri Hila

  • Diupload pada : 25 Oktober 2021 02:10:36
  • : Admin
  • Telah dilihat : 896x

 

hila.desa.id - Sepakbola bukan hanya untuk orang dewasa! Ya... Kalimat diatas menjadi Rencana Program Pembinaan Usia Dini Halawang Football Club (Halawang FC), salah satu Klub Sepakbola yang berhomebase di Negeri Hila, Kecamatan  Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Di masa penanganan Pandemik Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Halawang FC mencoba membuat terobosan di Negeri Hila melalui beberapa program sepakbola yang terfokuskan kepada anak-anak usia 13 tahun kebawah. Sehingga memberikan hiburan tersendiri bagi mereka disaat ini.
Beberapa kompetisi sepakbola pembinaan  usia dini resmi dibawah payung Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku semisal Piala Soeratin pun tertunda waktu penyelenggaraannya. Begitupula dengan kompetisi Non Resmi yang biasa diselenggarakan di Maluku, semisal Danone Cup dan Piala Menpora resmi ditiadakan tahun ini karena kondisi pandemik yang melanda seluruh negara.
Situasi Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon yang dengan status penyebaran ringan Covid-19 menjadi berkah bagi keberlanjutan pembinaan yang dilakukan Halawang FC di Negeri Hila. Di Bulan Maret 2021, bekerjasama dengan salah satu wadah perkumpulan anak Maluku, telah melaksanakan Halawang Football Festival (HFF) I, yang merupakan kompetisi sepakbola usia dini pertama di Negeri Hila yang melibatkan klub sepakbola dari 2 Negeri Tetangga, PSUS Seith dan PS. Hatunuku Kaitetu.
Halawang Football Festival Tahun 2020-2021 (HFC II) menjadi ajang kedua rencana program Halawang FC yang bekerjasama dengan Pemerintah Negeri Hila dan stakeholder terkait guna menjawab kelanjutan pembinaan yang dilaksanakan di tahun ini.
Minggu (24/10), HFF II yang Diikuti oleh 10 tim perwakilan beberapa kompleks (Wik) di Negeri Hila, diantaranya Sanalu, Real Tanggo, Laut Eksen, Palbatas, Daerpas, Waikepi dan Tahoku resmi dibuka oleh Amin Sopaliu selaku Pejabat Pemerintah Negeri Hila. “Pemerintah Negeri mengapresiasi panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini untuk pengembangan sepakbola di negeri Hila", ujarnya dalam sambutan. 
“Dengan perhelatan seperti ini jangan dilihat dari lingkupnya yang kecil. Entah ini walau masih tingkat kompetisi di dalam negeri, bisa membantu anak-anak menyesuaikan diri pada pertandingan-pertandingan lainnya entah itu nanti tingkat desa, kecamatan, kabupaten bahkan nasional,” tambahnya.
Dalam pembicaraan terpisah kata beliau, Pemerintah Negeri Hila berharap semoga sepakbola di negeri ini bisa maju. “Dimana pemerintah negeri bisa bantu, tetap kita bantu,” ujarnya. 
Ditambahkan pula kata Beliau, Lapangan sepakbola Negeri Hila yang sedang direnovasi juga tidak terlepas dari usaha pemerintah negeri dalam mendukung perkembangan sepakbola di Negeri Hila dan pada beberapa kompetisi yang diikuti oleh klub sepakbola yang ada di negeri Hila juga ada sumbangsih beberapa bantuan kecil pemerintah negeri. “Kita berharap kecil maupun besar bantuan yang diberikan tetap Kita adalah mitra masyarakat untuk mencapai kemajuan bersama untuk negeri ini,” harapnya.
Pembukaan HFF II di Negeri Hila dihadiri pula oleh Babinsa Negeri Hila, perwakilan Saniri Negeri Hila dan beberapa tokoh pemuda dan Masyarakat Negeri Hila. 
Kompetisi ini bertujuan untuk pembinaan dan pengembangan sepakbola anak-anak usia dini di Negeri Hila. Dalam laporan ketua panitia, Abubakar Mahu menyampaikan kegiatan ini, Halawang FC bersama Pemerintah Negeri menyiapkan hadiah berupa piala dan bonus pembinaan, untuk Juara 1, 2, 3 dan 4, serta beberapa bonus untuk kategori pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, pemain terbaik dan pelatih terfavorit. “Jangan mencari juara, tapi nikmatilah pertandingannya. Karena yang terpenting adalah anak-anak bisa menjadi pemain yang tangguh secara fisik dan mental,” ujar Mahu dalam laporannya.
Disampaikan singkat oleh Abubakar Mahu, beliau juga berharap ketika kompetisi ini berakhir akan ada rencana pembinaan spesial yang telah disiapkan oleh teman-teman Halawang FC, yang mungkin dirasa mustahil tapi bisa ditemukan solusinya jika ada kerjasama seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan ini. “Insha Allah, katong coba bikin invosi baru di akhir kompetisi ini, tapi samua terserah tamang-tamang pelatih, suporter, panitia, orang tua dan tentunya pemerintah negeri dalam mendukung katong pung inovasi ini,” harapnya.
“Nanti katong bakumpul lalu bicara akang bersama, semoga katong bisa kerjasama untuk anak-anak pung masa depan sepakbola yang lebih baik, kalo bukan sakarang kapan lai,” tutupnya.
(HDI I/ HDI17)